Set Up Jenkins Server di Google Cloud Platform
Set up server Jenkins di Google Cloud Platform (GCP). Dimulai dari proses pembuatan dan konfigurasi Virtual Machine (VM), hingga instalasi Jenkins dan Java di Ubuntu melalui SSH.

Intro
Jenkins merupakan salah tool yang banyak digunakan untuk proses Continuous Integration dan Continuous Delivery (CI/CD). Jenkins adalah platform open-source yang membantu developer mengotomatiskan berbagai tugas, mulai dari build, test, hingga mendeploy aplikasi.
Nah, di tutorial ini, kita akan membahas bagaimana cara membuat Jenkins server di Google Cloud Platform (GCP). Dengan menggunakan GCP, kita bisa memanfaatkan infrastruktur cloud yang scalable untuk menjalankan Jenkins tanpa harus repot memikirkan soal hardware atau maintenance server. Tutorial ini cocok bagi kamu yang baru mulai dengan Jenkins atau yang ingin memindahkan Jenkins ke cloud. Kita akan mulai dari membuat Virtual Machine di GCP hingga menginstal Jenkins dan mengkonfigurasinya agar siap digunakan. Sebelum memulai tutorial, pastikan kamu memiliki akun GCP. Jika belum punya, kamu bisa mendaftar dan mendapatkan kredit gratis untuk penggunaan awal.
Membuat Virtual Machine di Google Cloud
Kita mulai dengan langkah pertama: membuat Virtual Machine (VM) di Google Cloud Platform. VM ini akan menjadi server yang menjalankan Jenkins, dan kamu akan menginstalnya langsung di sini.
Langkah 1: Siapkan Project di GCP
Setelah masuk, pastikan kamu sudah memilih proyek aktif. Jika kamu baru pertama kali menggunakan GCP, kamu bisa membuat proyek baru melalui menu dropdown di bagian atas, pilih New Project.

Langkah 2: Membuat Instance VM
Di menu navigasi sebelah kiri, klik ikon hamburger (tiga garis horizontal) untuk membuka Navigation Menu. Dari menu, pilih Compute Engine > VM Instances. Ini adalah tempat kamu dapat melihat dan mengelola semua VM yang kamu buat. Klik tombol Create Instance untuk mulai membuat instance baru.

Langkah 3: Konfigurasi Virtual Machine
Pada halaman konfigurasi VM, kamu akan melihat banyak opsi. Berikut adalah pengaturan yang bisa kamu gunakan agar konfigurasi tetap efisien dan sesuai untuk Jenkins:
- Instance Name: Beri nama yang deskriptif untuk VM kamu, seperti
jenkins-server. Nama ini digunakan untuk mengenali VM di GCP. - Region & Zone: Pilih lokasi data center yang sesuai atau lokasi terdekat seperti asia-southeast1 (Singapore) atau asia-southeast2 (Jakarta). Jika tidak yakin, biarkan pada pilihan default. Misalnya,
us-central1adalah pilihan umum.

- Machine type: Pilih ukuran mesin sesuai kebutuhan. Untuk tutorial ini, pilih n1-standard-1 yang memiliki 1 vCPU dan 3.75 GB RAM. Ukuran ini cukup untuk menjalankan Jenkins dengan beban ringan hingga menengah. Jika kamu berencana menjalankan lebih banyak job Jenkins, mungkin kamu ingin menggunakan spesifikasi yang lebih tinggi nanti.

- Boot disk: Pilih sistem operasi yang akan digunakan oleh VM. Untuk Jenkins, saya sarankan menggunakan Ubuntu 20.04 LTS, karena komunitasnya besar dan banyak tutorial mendukungnya. Klik Change pada bagian Boot disk, lalu pilih Ubuntu 20.04 LTS dari daftar, dan biarkan ukuran disk default (10 GB) jika hanya digunakan untuk Jenkins.

- Firewall Rules: Di bagian firewall, centang kedua opsi: Allow HTTP traffic (mengizinkan lalu lintas HTTP untuk mengakses Jenkins) dan Allow HTTPS traffic (mengizinkan lalu lintas HTTPS jika nanti kamu ingin menambahkan SSL).

Jika semua pengaturan sudah selesai, klik Create. Proses ini akan membutuhkan beberapa menit, setelah itu VM kamu akan siap digunakan.
Langkah 4: Membuka Port 8080 untuk Jenkins
Jenkins secara default menggunakan port 8080 untuk mengakses dashboard webnya. Namun, secara default, port ini biasanya tidak terbuka untuk akses eksternal, jadi kita perlu menambahkan aturan firewall agar bisa diakses dari internet.
- Setelah VM berhasil dibuat, buka halaman VM Instances. Kamu akan melihat instance baru yang sudah dibuat tadi, dengan status Running.
- Klik nama instance VM kamu, misalnya
jenkins-server, untuk membuka detailnya. - Di halaman detail VM, klik tombol Edit di bagian atas untuk membuka pengaturan.
- Gulir ke bawah hingga menemukan bagian Firewall.
- Pada bagian Network tags, tambahkan tag baru, misalnya
allow-jenkins. Tag ini digunakan untuk menandai aturan firewall mana yang berlaku pada VM ini.

6. Sekarang kita akan membuat aturan firewall baru:
- Kembali ke menu navigasi, pilih VPC Network > Firewall.
- Klik Create Firewall Rule.
- Di halaman pembuatan aturan, masukkan detail berikut:
- Name: Misalnya,
allow-jenkins. - Direction of traffic: Pilih Ingress (lalu lintas masuk).
- Target: Pilih Specified target tags dan masukkan tag yang kamu gunakan sebelumnya (
allow-jenkins). - Source IP ranges: Isi dengan
0.0.0.0/0untuk mengizinkan akses dari mana saja (pastikan kamu mengerti resiko keamanan ini). - Protocols and ports: Pilih Specified protocols and ports, lalu centang TCP dan masukkan port
8080. - Klik Create untuk menyimpan aturan firewall.
cek pada rule yang telah dibuat untuk cek apakah firewall sudah diterapkan pada instance.

Instalasi Jenkins di Virtual Machine
Setelah VM dan aturan firewall siap, sekarang kita akan menginstal Jenkins di dalam VM berbasis Ubuntu yang telah kita buat. Langkah ini melibatkan koneksi ke VM via SSH dan instalasi Jenkins secara manual.
Langkah 1: Koneksi ke Virtual Machine dengan SSH
Di halaman VM Instances di Google Cloud Console, cari VM yang baru saja kamu buat (jenkins-server).
Di kolom Connect, klik tombol SSH. Ini akan membuka sesi terminal SSH di browser kamu yang terhubung langsung ke VM.

Langkah 2: Update Sistem dan Instalasi Jenkins
Setelah terhubung ke VM, jalankan perintah berikut untuk memastikan semua paket sistem terupdate:
sudo apt update && sudo apt upgrade -ySetelah itu, kita bisa mulai menginstal Jenkins. Langkah-langkah berikut akan menambahkan repository Jenkins resmi dan menginstal Jenkins:
- Instal Java, karena Jenkins memerlukan Java untuk berjalan:
sudo apt updatesudo apt install openjdk-17-jdk -y2. Tambahkan Jenkins ke repository apt package list:
# Tambahkan kunci GPG terbaru
curl -fsSL https://pkg.jenkins.io/debian/jenkins.io-2023.key | sudo tee /usr/share/keyrings/jenkins-keyring.asc > /dev/null
# Tambahkan repository Jenkins
echo "deb [signed-by=/usr/share/keyrings/jenkins-keyring.asc] https://pkg.jenkins.io/debian-stable binary/" | sudo tee /etc/apt/sources.list.d/jenkins.list > /dev/null3. Update kembali repository, lalu instal Jenkins
sudo apt update
sudo apt install jenkins -ySetelah instalasi selesai, mulai Jenkins dengan perintah:
sudo systemctl start jenkinsUntuk memastikan Jenkins berjalan dengan baik, jalankan:
sudo systemctl status jenkinsJika Jenkins sudah aktif, kamu akan melihat pesan yang menunjukkan bahwa Jenkins berjalan tanpa masalah.
Mengakses Jenkins dari Browser
Sekarang, kamu bisa mengakses Jenkins dari browser menggunakan alamat IP eksternal VM yang sudah kamu buat.
- Di halaman VM Instances, salin External IP dari VM (
jenkins-server). - Buka browser, dan akses Jenkins dengan URL berikut:
http://[EXTERNAL_IP]:8080http ya, bukan https…
Saat pertama kali membuka Jenkins, kamu akan diminta memasukkan initial admin password. Untuk mendapatkannya, kembali ke sesi SSH kamu dan jalankan perintah berikut:
sudo cat /var/lib/jenkins/secrets/initialAdminPasswordSalin password tersebut, lalu tempelkan di halaman Jenkins di browser untuk melanjutkan setup.
setelah itu Jenkins akan memandu kamu melalui setup wizard Install suggested plugins dan Create First Admin User.


Setelah selesai, Jenkins akan siap digunakan!. terimakasih sudah membaca, semoga membantu :)

About the author
Muhammad Rizki
Muhammad Rizki is a full-stack and AI-focused engineer who writes about web development, software engineering, AI concepts, and the practical lessons behind building portfolio projects.
Keep reading