Skip to content
Back to writings
Tutorials

Set Up Jenkins Server di Google Cloud Platform

Set up server Jenkins di Google Cloud Platform (GCP). Dimulai dari proses pembuatan dan konfigurasi Virtual Machine (VM), hingga instalasi Jenkins dan Java di Ubuntu melalui SSH.

Muhammad Rizki 5 min read
Set Up Jenkins Server di Google Cloud Platform

Intro

Jenkins merupakan salah tool yang banyak digunakan untuk proses Continuous Integration dan Continuous Delivery (CI/CD). Jenkins adalah platform open-source yang membantu developer mengotomatiskan berbagai tugas, mulai dari build, test, hingga mendeploy aplikasi.

Nah, di tutorial ini, kita akan membahas bagaimana cara membuat Jenkins server di Google Cloud Platform (GCP). Dengan menggunakan GCP, kita bisa memanfaatkan infrastruktur cloud yang scalable untuk menjalankan Jenkins tanpa harus repot memikirkan soal hardware atau maintenance server. Tutorial ini cocok bagi kamu yang baru mulai dengan Jenkins atau yang ingin memindahkan Jenkins ke cloud. Kita akan mulai dari membuat Virtual Machine di GCP hingga menginstal Jenkins dan mengkonfigurasinya agar siap digunakan. Sebelum memulai tutorial, pastikan kamu memiliki akun GCP. Jika belum punya, kamu bisa mendaftar dan mendapatkan kredit gratis untuk penggunaan awal.

Membuat Virtual Machine di Google Cloud

Kita mulai dengan langkah pertama: membuat Virtual Machine (VM) di Google Cloud Platform. VM ini akan menjadi server yang menjalankan Jenkins, dan kamu akan menginstalnya langsung di sini.

Langkah 1: Siapkan Project di GCP

Setelah masuk, pastikan kamu sudah memilih proyek aktif. Jika kamu baru pertama kali menggunakan GCP, kamu bisa membuat proyek baru melalui menu dropdown di bagian atas, pilih New Project.

Membuat project
Membuat project

Langkah 2: Membuat Instance VM

Di menu navigasi sebelah kiri, klik ikon hamburger (tiga garis horizontal) untuk membuka Navigation Menu. Dari menu, pilih Compute Engine > VM Instances. Ini adalah tempat kamu dapat melihat dan mengelola semua VM yang kamu buat. Klik tombol Create Instance untuk mulai membuat instance baru.

Membuat vm instence
Membuat vm instence

Langkah 3: Konfigurasi Virtual Machine

Pada halaman konfigurasi VM, kamu akan melihat banyak opsi. Berikut adalah pengaturan yang bisa kamu gunakan agar konfigurasi tetap efisien dan sesuai untuk Jenkins:

  • Instance Name: Beri nama yang deskriptif untuk VM kamu, seperti jenkins-server. Nama ini digunakan untuk mengenali VM di GCP.
  • Region & Zone: Pilih lokasi data center yang sesuai atau lokasi terdekat seperti asia-southeast1 (Singapore) atau asia-southeast2 (Jakarta). Jika tidak yakin, biarkan pada pilihan default. Misalnya, us-central1 adalah pilihan umum.
set nama, region dan zone
set nama, region dan zone
  • Machine type: Pilih ukuran mesin sesuai kebutuhan. Untuk tutorial ini, pilih n1-standard-1 yang memiliki 1 vCPU dan 3.75 GB RAM. Ukuran ini cukup untuk menjalankan Jenkins dengan beban ringan hingga menengah. Jika kamu berencana menjalankan lebih banyak job Jenkins, mungkin kamu ingin menggunakan spesifikasi yang lebih tinggi nanti.
set machine type
set machine type
  • Boot disk: Pilih sistem operasi yang akan digunakan oleh VM. Untuk Jenkins, saya sarankan menggunakan Ubuntu 20.04 LTS, karena komunitasnya besar dan banyak tutorial mendukungnya. Klik Change pada bagian Boot disk, lalu pilih Ubuntu 20.04 LTS dari daftar, dan biarkan ukuran disk default (10 GB) jika hanya digunakan untuk Jenkins.
set boot disk
set boot disk
  • Firewall Rules: Di bagian firewall, centang kedua opsi: Allow HTTP traffic (mengizinkan lalu lintas HTTP untuk mengakses Jenkins) dan Allow HTTPS traffic (mengizinkan lalu lintas HTTPS jika nanti kamu ingin menambahkan SSL).
set firewall
set firewall

Jika semua pengaturan sudah selesai, klik Create. Proses ini akan membutuhkan beberapa menit, setelah itu VM kamu akan siap digunakan.

Langkah 4: Membuka Port 8080 untuk Jenkins

Jenkins secara default menggunakan port 8080 untuk mengakses dashboard webnya. Namun, secara default, port ini biasanya tidak terbuka untuk akses eksternal, jadi kita perlu menambahkan aturan firewall agar bisa diakses dari internet.

  1. Setelah VM berhasil dibuat, buka halaman VM Instances. Kamu akan melihat instance baru yang sudah dibuat tadi, dengan status Running.
  2. Klik nama instance VM kamu, misalnya jenkins-server, untuk membuka detailnya.
  3. Di halaman detail VM, klik tombol Edit di bagian atas untuk membuka pengaturan.
  4. Gulir ke bawah hingga menemukan bagian Firewall.
  5. Pada bagian Network tags, tambahkan tag baru, misalnya allow-jenkins. Tag ini digunakan untuk menandai aturan firewall mana yang berlaku pada VM ini.
Membuka Port 8080 untuk Jenkins
Membuka Port 8080 untuk Jenkins

6. Sekarang kita akan membuat aturan firewall baru:

  • Kembali ke menu navigasi, pilih VPC Network > Firewall.
  • Klik Create Firewall Rule.
  • Di halaman pembuatan aturan, masukkan detail berikut:
  • Name: Misalnya, allow-jenkins.
  • Direction of traffic: Pilih Ingress (lalu lintas masuk).
  • Target: Pilih Specified target tags dan masukkan tag yang kamu gunakan sebelumnya (allow-jenkins).
  • Source IP ranges: Isi dengan 0.0.0.0/0 untuk mengizinkan akses dari mana saja (pastikan kamu mengerti resiko keamanan ini).
  • Protocols and ports: Pilih Specified protocols and ports, lalu centang TCP dan masukkan port 8080.
  • Klik Create untuk menyimpan aturan firewall.

cek pada rule yang telah dibuat untuk cek apakah firewall sudah diterapkan pada instance.

cek rule firewall
cek rule firewall

Instalasi Jenkins di Virtual Machine

Setelah VM dan aturan firewall siap, sekarang kita akan menginstal Jenkins di dalam VM berbasis Ubuntu yang telah kita buat. Langkah ini melibatkan koneksi ke VM via SSH dan instalasi Jenkins secara manual.

Langkah 1: Koneksi ke Virtual Machine dengan SSH

Di halaman VM Instances di Google Cloud Console, cari VM yang baru saja kamu buat (jenkins-server).

Di kolom Connect, klik tombol SSH. Ini akan membuka sesi terminal SSH di browser kamu yang terhubung langsung ke VM.

membuka terminal ssh
membuka terminal ssh

Langkah 2: Update Sistem dan Instalasi Jenkins

Setelah terhubung ke VM, jalankan perintah berikut untuk memastikan semua paket sistem terupdate:

code
sudo apt update && sudo apt upgrade -y

Setelah itu, kita bisa mulai menginstal Jenkins. Langkah-langkah berikut akan menambahkan repository Jenkins resmi dan menginstal Jenkins:

  1. Instal Java, karena Jenkins memerlukan Java untuk berjalan:
code
sudo apt updatesudo apt install openjdk-17-jdk -y

2. Tambahkan Jenkins ke repository apt package list:

code
# Tambahkan kunci GPG terbaru
curl -fsSL https://pkg.jenkins.io/debian/jenkins.io-2023.key | sudo tee /usr/share/keyrings/jenkins-keyring.asc > /dev/null

# Tambahkan repository Jenkins
echo "deb [signed-by=/usr/share/keyrings/jenkins-keyring.asc] https://pkg.jenkins.io/debian-stable binary/" | sudo tee /etc/apt/sources.list.d/jenkins.list > /dev/null

3. Update kembali repository, lalu instal Jenkins

code
sudo apt update
sudo apt install jenkins -y

Setelah instalasi selesai, mulai Jenkins dengan perintah:

code
sudo systemctl start jenkins

Untuk memastikan Jenkins berjalan dengan baik, jalankan:

code
sudo systemctl status jenkins

Jika Jenkins sudah aktif, kamu akan melihat pesan yang menunjukkan bahwa Jenkins berjalan tanpa masalah.

Mengakses Jenkins dari Browser

Sekarang, kamu bisa mengakses Jenkins dari browser menggunakan alamat IP eksternal VM yang sudah kamu buat.

  1. Di halaman VM Instances, salin External IP dari VM (jenkins-server).
  2. Buka browser, dan akses Jenkins dengan URL berikut:
code
http://[EXTERNAL_IP]:8080

http ya, bukan https…

Saat pertama kali membuka Jenkins, kamu akan diminta memasukkan initial admin password. Untuk mendapatkannya, kembali ke sesi SSH kamu dan jalankan perintah berikut:

code
sudo cat /var/lib/jenkins/secrets/initialAdminPassword

Salin password tersebut, lalu tempelkan di halaman Jenkins di browser untuk melanjutkan setup.

setelah itu Jenkins akan memandu kamu melalui setup wizard Install suggested plugins dan Create First Admin User.

setup awal
setup awal
halaman awal jenkins
halaman awal jenkins

Setelah selesai, Jenkins akan siap digunakan!. terimakasih sudah membaca, semoga membantu :)

Portrait of Muhammad Rizki

About the author

Muhammad Rizki

Muhammad Rizki is a full-stack and AI-focused engineer who writes about web development, software engineering, AI concepts, and the practical lessons behind building portfolio projects.

Keep reading

Related writings